Berita / 27-Apr-2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons atas kritik yang disampaikan oleh bobotoh Persib Bandung yang sempat viral di media sosial. Kritik tersebut mencuat setelah muncul spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” dalam pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Menanggapi hal itu, Dedi tidak menunjukkan reaksi defensif, melainkan memilih untuk mengapresiasi kritik sebagai bentuk kepedulian suporter terhadap dunia sepak bola. Ia menyebut bahwa masukan tersebut menjadi pengingat agar dirinya lebih berhati-hati dalam memberikan komentar terkait Persib Bandung.
Lebih jauh, Dedi menilai bahwa kritik dari bobotoh mencerminkan keinginan untuk menjaga profesionalisme sepak bola agar tidak tercampur dengan kepentingan lain, termasuk politik. Ia juga menjelaskan polemik yang berkembang, termasuk soal bonus bagi pemain Persib, yang menurutnya sudah melalui pertimbangan dan tidak melanggar aturan. Transparansi, kata dia, menjadi alasan utama mengapa informasi tersebut disampaikan ke publik. Dalam konteks ini, Dedi berusaha menegaskan bahwa dukungan terhadap tim harus tetap berada dalam koridor profesional dan terbuka.
Di tengah ramainya perdebatan di media sosial, Dedi Mulyadi mengajak seluruh bobotoh untuk menghentikan polemik yang tidak produktif dan kembali fokus memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka. Ia menekankan bahwa Persib Bandung sedang menghadapi sejumlah laga penting yang membutuhkan dukungan penuh dari para suporter. Dengan meredam perdebatan dan memperkuat solidaritas, diharapkan semangat tim tetap terjaga dalam mengejar target prestasi. Ajakan ini sekaligus menjadi pesan bahwa energi suporter sebaiknya diarahkan untuk hal-hal yang lebih positif dan konstruktif.
pic source: kompas.com
© by DuniaDataDigital