Berita / 17-Apr-2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merencanakan penataan ulang kawasan Gedung Sate dengan memperluas halaman yang akan terhubung langsung dengan Lapangan Gasibu. Penataan ini bertujuan untuk meningkatkan akses sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Menurut Dedi, selama ini kegiatan massa, seperti aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, sering menyebabkan penutupan Jalan Diponegoro Bandung. Akibatnya, kemacetan kerap meluas ke berbagai ruas jalan di Kota Bandung. Melalui penataan baru, aktivitas masyarakat di kawasan tersebut diharapkan tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Dalam konsep yang disiapkan, Jalan Diponegoro akan tetap dibuka meskipun ada kegiatan di halaman Gedung Sate. Untuk mendukung hal tersebut, akan diterapkan sistem lalu lintas dengan pola jalur melingkar. Kendaraan nantinya akan diarahkan memutar melalui kawasan Pusdai Jawa Barat sebelum kembali ke jalur utama.
Selain itu, sebagian area Lapangan Gasibu akan dimanfaatkan untuk membangun akses penghubung di ujung kawasan guna memperlancar pergerakan kendaraan. Meski dilakukan penataan, Dedi memastikan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melakukan unjuk rasa, tanpa harus menutup jalan utama.
Penataan ini juga mencakup aspek visual dan tata ruang. Ketinggian halaman Gasibu akan disamakan dengan halaman Gedung Sate agar terlihat lebih menyatu. Dedi menegaskan bahwa konsep yang diusung bukanlah pembangunan plaza, melainkan ruang terbuka yang lebih luas dan nyaman bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti kondisi saat ini, di mana Lapangan Gasibu dinilai seolah menjadi bagian dari area Pullman Bandung Grand Central, bukan sebagai halaman Gedung Sate. Dengan penataan ini, diharapkan fungsi Gasibu dapat kembali sebagai bagian integral dari kawasan Gedung Sate.
Pic Sources: bandung.kompas.com
© by DuniaDataDigital