Waspada! 75 Ribu Pelajar di Bandung Diduga Alami Gangguan Mental

Berita / 03-Mar-2026




Kota Bandung saat ini menghadapi tantangan serius terkait pendidikan dan kesehatan, khususnya kesehatan mental pelajar. Data menunjukkan bahwa sekitar 75 ribu siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA, terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental yang memerlukan perhatian khusus.

wali kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan salah satu hambatan terbesar dalam menangani masalah ini adalah adanya tembok penyangkalan (denial) di lingkungan terdekat siswa. Ia menjelaskan, banyak orang tua enggan mengakui bahwa anak mereka mungkin membutuhkan bantuan profesional, sehingga intervensi dini sering terhambat.

“Angkanya 75 ribu. Ini bukan kecil. Tapi kita juga hati-hati menyikapinya,” ujar Farhan di Bandung, Senin.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Bandung berencana mengintegrasikan layanan kesehatan mental hingga ke tingkat akar rumput. Semua Puskesmas di kota ini diwajibkan memiliki layanan psikologi klinis, sehingga siswa mendapatkan penanganan yang tepat secara cepat.

Skema penanganan akan dimulai dari sekolah, di mana guru Bimbingan Konseling (BK) akan berperan sebagai garda terdepan. Guru BK akan melakukan asesmen awal terhadap kondisi siswa, sebelum merujuk mereka ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut oleh tenaga profesional.

Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu siswa yang membutuhkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental dalam perkembangan anak.

 

pic sources: www.suara.com


Program