Berita / 23-Feb-2026
Pemerintah Kota Bandung mengerahkan satu petugas pemilah sampah di setiap rukun warga (RW) sebagai upaya mempercepat penanganan krisis pengelolaan sampah di Kota Kembang.
Kepala Bidang PPLB3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung mengatakan program petugas pemilah dan pengolah sampah (Gaslah) dilakukan menyusul kondisi darurat pengelolaan sampah, terutama setelah pelarangan penggunaan insinerator.
“Petugas Gaslah akan kami pantau dan evaluasi kinerjanya secara berkala. Sarana pendukung juga akan dilengkapi secara bertahap agar kinerja mereka semakin optimal,” kata Salman di Bandung, Minggu.
Salman menyebut sebanyak 1.596 petugas disiagakan di seluruh RW dengan dukungan honor bulanan, dengan total anggaran sekitar Rp23 hingga Rp24 miliar per tahun.
Ia mengatakan kinerja para petugas akan dipantau dan dievaluasi secara berkala, disertai pemenuhan sarana pendukung secara bertahap, Lebih lanjut Salman mengatakan program Gaslah juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
Ia menambahkan petugas juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk dapat pengolahan sampah organik berkelanjutan agar dapat mengurangi volume sampah ke TPS dan TPA, serta memperkuat kawasan bebas sampah.
Saat ini Kota Bandung menghasilkan rata-rata 1.500 ton sampah per hari, dengan 30 hingga 40 persen di antaranya berupa sampah organik.
pic source: antaranews.com
© by DuniaDataDigital