Berita / 24-Feb-2026
Kebakaran yang melanda Pasar Tradisional Pasar Rebo, Purwakarta, menyisakan kesedihan dan kerugian mendalam bagi para pedagang terdampak. Kobaran api meluluhlantakkan kios tempat mereka mengais rezeki hingga kini tinggal abu dan arang. Barang dagangan yang baru saja ditambah stoknya untuk pasokan selama bulan Ramadan tak bersisa. Bangunan hingga harta benda di dalamnya ludes dilahap si jago merah.
Acep (52), pedagang sembako di Pasar Rebo tak kuasa menahan tangis saat menceritakan detik-detik api menghanguskan pasar. Tangisnya kembali pecah saat melihat kiosnya telah rata dengan tanah. Ia kebingungan harus memulai dari mana usaha yang telah dirintis belasan tahun silam.
"Dua kios, semuanya habis. Kurang lebih dua ratus jutaan mah ada kerugiannya," ujar Acep sambil mata terus berkaca-kaca hingga meneteskan air mata, Selasa (24/02/2026).
Di tengah kondisi tanpa modal dan barang, Acep kini dipusingkan dengan tanggung jawab yang harus ditunaikan, termasuk kewajiban membayar utang dagang serta rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).
"Barang-barang (sembako) itu kan titipan, ngutang, cicilan. Utang tetap harus dibayar. Kondisi usaha kayak gini. Yang penting kita bertanggung jawab, belum lagi mau Lebaran, bingung bayar THR karyawan," katanya.
Meski terpukul, Acep mencoba tetap tegar. Ia berencana kembali melanjutkan usaha dagangnya di Pasar Rebo dan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan, terutama terkait relokasi kios agar ia bisa kembali menyambung hidup.
pic source: detik.com
© by DuniaDataDigital