Berita / 11-Feb-2026
China menetapkan kebijakan khusus untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan memperpanjang masa libur nasional. Berdasarkan pengumuman resmi pemerintah, libur Imlek tahun depan akan berlangsung selama sembilan hari, menjadikannya yang terpanjang sejak sistem libur nasional diberlakukan.
Libur tersebut akan berlangsung mulai pertengahan Februari 2026 dan mencakup kombinasi hari libur nasional, akhir pekan, serta penyesuaian hari kerja. Pengaturan ini dilakukan untuk memberikan waktu istirahat yang lebih panjang bagi masyarakat.
Kebijakan libur panjang Imlek ini diperkirakan akan berdampak besar pada mobilitas penduduk. Setiap tahunnya, perayaan Imlek di China identik dengan fenomena perjalanan massal atau chunyun, di mana jutaan orang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.
Sektor transportasi diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan, baik pada layanan kereta api, penerbangan, maupun transportasi darat. Selain itu, industri pariwisata dan konsumsi domestik juga diperkirakan ikut terdongkrak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa liburan.
Meski demikian, libur panjang juga menuntut kesiapan ekstra dari otoritas terkait, terutama dalam pengelolaan arus perjalanan dan pelayanan publik. Pemerintah disebut telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna memastikan kelancaran mobilitas selama periode libur berlangsung.
Dengan durasi libur yang lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Imlek 2026 di China tidak hanya menjadi momen penting secara budaya, tetapi juga berpengaruh besar terhadap aktivitas sosial dan ekonomi nasional.
pic source: kompas.com
© by DuniaDataDigital