TPPAS Legok Nangka Belum Jelas, Pemkot Bandung Tunggu Kepastian Proyek

Berita / 10-Feb-2026




Pemkot Bandung berencana mempertanyakan secara serius kepada Pemprov Jawa Barat terkait perkembangan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang berlokasi di Nagreg, Kabupaten Bandung. Kepastian progres dan pemanfaatan fasilitas tersebut dinilai sangat penting, mengingat kapasitas pengolahan sampah di Kota Bandung yang semakin terbatas dan membutuhkan dukungan infrastruktur regional sebagai solusi penanganan sampah jangka menengah hingga panjang. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, tanpa kejelasan kesiapan TPPAS Legok Nangka, beban pengelolaan sampah di dalam kota berpotensi terus meningkat dan dapat menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. Meski komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Jabar telah berjalan, Pemkot Bandung memandang perlu adanya pembahasan yang lebih mendalam, khususnya terkait progres fisik pembangunan serta target operasional fasilitas tersebut. Untuk itu, Pemkot Bandung berencana melakukan pembicaraan langsung dengan Gubernur Jawa Barat guna memperoleh gambaran yang lebih jelas sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan realistis.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, Pemkot terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait progres TPPAS Legok Nangka. “Dalam waktu dekat, kami akan berbicara langsung dengan Pak Gubernur untuk mencari solusi bersama, termasuk kepastian kapan Legok Nangka bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Farhan menekankan keterbatasan kapasitas pengolahan sampah di Kota Bandung membuat kolaborasi lintas daerah menjadi penting. TPPAS Legok Nangka dirancang sebagai fasilitas terpadu berskala regional dengan teknologi modern yang ramah lingkungan, diharapkan mampu menangani volume sampah besar, mengurangi ketergantungan pada TPA konvensional, menekan dampak lingkungan, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

Muhammad Farhan menegaskan Pemkot tetap fokus mengurangi sampah dari hulu melalui kawasan, bank sampah, dan program berbasis masyarakat. Meski begitu, residu tetap membutuhkan fasilitas regional seperti TPPAS Legok Nangka. Kerja sama dengan Pemprov Jabar diharapkan segera memastikan pemanfaatannya agar pengelolaan sampah Kota Bandung lebih terukur dan berkelanjutan.

 

pic source: radarbandung.id


Program