Berita / 08-Apr-2026
Nama Kopo belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Bukan tanpa alasan, perbincangan ini dipicu aktivitas harian di Jalan Raya Kopo yang didera kemacetan setiap hari
Untuk membuktikannya, mencoba melintasi jalur ini menggunakan sepeda motor pada Selasa (7/4/2024) sekitar pukul 10.00 WIB, dari arah keluar Tol Kopo menuju persimpangan Flyover Kopo dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer.
Perjalanan ini menghabiskan waktu 10-12 menit. Durasi itu terasa lebih lama dari yang seharusnya karena kemacetan dan kepadatan lalu lintas menyergap di sepanjang jalan.
Sejak awal memasuki ruas jalan, ritme kendaraan sudah tersendat. Laju roda terhenti berkali-kali. Arus lalu lintas kerap terputus oleh kendaraan yang menyeberang menuju persimpangan.
Situasi kian ruwet saat kendaraan besar seperti truk melintas, membuat ruang jalan yang sempit terasa makin sesak. Pengendara motor pun harus lihai memanfaatkan celah sempit, menyelinap di antara kendaraan lain.
Sementara itu, mobil hanya bisa bergerak perlahan, nyaris merayap. Kondisi ini terjadi di kedua arah, menciptakan suasana yang terasa hectic.
Menariknya, meski kondisi jalan semrawut, para pengendara jarang membunyikan klakson. Suara klakson sangat jarang terdengar, kecuali sesekali bersahutan dalam situasi tertentu.
Namun, bagi mereka yang setiap hari melintasi Kopo, kondisi ini bukan hal baru. Rutinitas mereka selalu diawali dengan perjuangan menerobos kepadatan di Jalan Raya Kopo. Hal itulah yang dialami seorang pengendara bernama Yuliantono
"Sudah biasa, tiap hari juga begini. Tinggal sabar saja," ujarnya di tengah kemacetan, pengendara sesekali memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan, meski tidak selalu lebih cepat hal ini dikarenakan waktu tempuh di Jalan Raya Kopo sulit diprediksi, "Kadang lancar, tapi seringnya ya begini," ujarnya.
pic source:detik.com
© by DuniaDataDigital